Penulis Buku Wayang : Seno Gumira Ajidarma, Tokoh

0 203

Seno Gumira Ajidarma, tokoh penting penulisan dan sastra lokal ini dikenal berkat tulisannya yang berani menantang orang untuk melihat kebenaran lewat sastra. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal menemuinya seusai kelas di Taman Ismail Marzuki untuk membahas posisi sastra hari ini. Saat remaja orang akan mencari identitas, ada yang berkelahi, ngebut, menjadi modis dan lain-lain sebagainya. Pencarian identitas saya berhenti ketika saya menonton Rendra.

Seketika itu, entah kenapa saya langsung saya ingin jadi seperti beliau. Waktu itu tahun 1973, saya masih SMP dan melihat di koran kalau Rendra dilarang tampil, lalu diizinkan tampil lagi tapi hanya di tempat-tempat tertentu. Banyak yang melarang, tapi ia tetap tampil di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Lalu saya berpikir, drama kok dilarang? (tertawa). Waktu itu, teater asing buat saya. Dan drama saat itu kita tahu hanya hadir saat perayaan 17-an saja (tertawa).

Salah satu drama Rendra yang saya tonton adalah, “Mastodon dan Burung Kondor”, karena judulnya yang unik (tertawa). Sejak itu, nama Rendra itu semakin sering terdengar oleh saya dan publik. Ada beberapa sepupu saya ada juga yang lantas ikut Bengkel Teater Rendra. Meski sempat ada pertentangan dari pakde dan bude saya yang apa itu Bengkel? Mereka bingung dan berasumsi itu adalah sekte baru.

Source whiteboardjournal.com whiteboardjournal.com/interview/30743/membongkar-sastra-bersama-seno-gumira-ajidarma
Comments
Loading...