Pepadi : Sarasehan Persatuan Pedalangan Indonesia

0 231

Sarasehan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-47 Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) ini berlangsung hangat. Mengerucut pada opini dari para peserta diskusi, yaitu belum maksimalnya peran Negara pada jagat seni dan seniman. Menurut Sobari, Dalang tidak hanya memanggul perannya sebagai seniman, tetapi seorang Empu, sekaligus rohaniawan. Membentuk manusia takwa, yang kreatif, dan produktif. Pendidikan Indonesia, ungkap Sobari, harusnya membentuk Empu kehidupan. Kesaksian atas kehidupan mereka yang menemukan berbagai penemuan di berbagai bidang; sosial, ekonomi, politik, dan budaya di tengah bangsanya.

Maka dengan kompetensi seperti ini adalah naif jika merendahkan Dalang. Jika mengurus seni budaya (Wayang) Pemerintah tidak ada dana, lalu mengurus apalagi. Menyekolahkan orang-orang sampai S3 ke luar negeri — itu saja belum tentu serius, kok bisa. Jika kita nunggu Pemerintah memikirkan kita, sampai kiamat

kritik Sobari. Pembicara lainnya dalam sarasehan ini, Ki Purbo Asmoro SKar MHum (Dosen Senior ISI Surakarta), Taufik Rahzen (Staf Ahli Menteri Pariwisata RI), dan Prof DR Ir Sugeng P Haryanto (Guru Besar Universitas Lampung), dengan Moderator Y Sudarko Prawiroyudo (Dalang). Hadir di acara ini Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud), Dr Restu Gunawan MHum, Ketua Dewan Kebijakan Senawangi, Drs H Solichin, Ketua Umum Pepadi, Kondang Sutrisno SE, Ketua Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia.

Source Berita id.beritasatu.com/home/keberpihakan-pemerintah-terhadap-nasib-dalang-dan-wayang-masih-memprihatinkan/174489
Comments
Loading...