Properti Wayang : Campurit (Cempurit), Pegangan

0 63

Campurit, dalam Wayang Golek Purwa Sunda, adalah cempurit pada pedalangan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adalah batang pegangan pada Wayang Kulit Purwa, Wayang Suluh, Wayang kancil dan beberapa jenis wayang yang lainnya. Fungsinya untuk memudahkan dalang memegang dan memainkan wayang itu. Biasanya pada wayang –wayang yang baik, cempurit terbuat dari tanduk kerbau bulai atau kulit penyu. Dulu, sampai dengan akhir abad ke-19, di daerah di Jawa Timur dan Jawa Barat, untuk bahan pembuatan cempurit juga digunakan tanduk banteng.

Selain berfungsi untuk gagang pegangan pada bagian pangkalnya, bagian ujung cempurit berguna untuk menguatkan atau membuat kaku Wayang Kulit itu. Itulah sebabnya, cempurit kadang-kadang juga disebut gapit. Besar kecilnya batangan cempurit tergantung ukuran wayangnya. Cempurit untuk wayang Kumbakarna, misalnya jauh lebih besar dibanding dengan cempurit untuk Dewi Shinta. Sebuah cempurit atau gapit merupakan batangan yang dibelah dua dan masing-masing belahan digunakan untuk menjepit lembaran wayang.

Pada jarak tertentu, jepitan diikat kuat dengan benang tetapi pada zaman dulu untuk pengikat cempurit ini digunakan pilihan serat sabut kelapa karena lebih peret, tidak licin. Pemasang cempurit diusahakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pandangan orang terhadap tatahan dan sunggingan wayang itu. Karena itu, sebelum cempurit atau gapit itu dipasangkan pada wayang, harus lebih dulu dieluk.

Source hadisukirno.com hadisukirno.co.id/artikel-detail.html?id=Cempurit
Comments
Loading...