Properti Wayang : Cempurit, Batang Pegangan Wayang

0 26

Cempurit adalah batang pegangan pada Wayang Kulit Purwa, Wayang Suluh, Wayang Kancil dan beberapa jenis wayang lainnya. Fungsinya untuk memudahkan dalang memegang dan memainkan wayang itu. Biasanya, pada wayang-wayang yang baik, cempurit terbuat dari tanduk kerbau bulai atau kulit penyu. Dulu, sampai dengan akhir abad ke-19, di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Barat, untuk bahan pembuatan cempurit juga digunakan tanduk banteng.

Selain berfungsi untuk gagang pegangan pada bagian pangkalnya, bagian ujung cempurit berguna untuk menguatkan atau membuat kaku Wayang Kulit itu. Itulah sebabnya, cempurit kadang-kadang juga disebut gapit. Besar kecilnya batangan cempurit tergantung ukuran wayangnya. Cempurit untuk wayang Kumbakarna, misalnya, jauh lebih besar dibanding dengan cempurit untuk Dewi Sinta. Sebuah cempurit atau gapit merupakan batangan yang dibelah dua, dan masing-masing belahan digunakan untuk menjepit lembaran wayang.

Pada jarak tertentu, jepitan itu diikat kuat dengan benang—tetapi pada zaman dulu untuk pengikat cempurit ini digunakan pilinan serat sabut kelapa karena lebih pe-ret, tidak licin. Pemasangan cempurit diusahakan demikian rupa sehingga tidak mengganggu pandangan orang terhadap tatahan dan sunggingan wayang itu. Karena itu, sebelum cempurit atau gapit itu dipasangkan pada wayang, harus lebih dulu dieluk, yakni dibeengkok-bengkokkan sesuai dengan bentuk wayangnya. Cara pembengkokannya dengan pemanasan. Namun, cara pemanasan harus hati-hati.

Source wayangindonesia.web.id wayangindonesia.web.id/cempurit.wayang#more-453
Comments
Loading...