wayangku.id

Properti Wayang : Wayang Dhudhahan, Dalam Kotak

0 112

Berdasar fungsinya dalam pagelaran wayang dapat digolongkan menjadi wayang simpingan yang terdiri dari simpingan kanan (tengen) dan kiri (kiwa) dan wayang dhudhahan. Untuk penyusunan wayang simpingan dan dudhahan dapat ditentukan berdasarkan pada hal-hal seperti dibawah ini : Wayang dhudhahanWayang yang ada di dalam kotak ditata mulai dari emblek (anyaman bambu yang digunakan untuk menata wayang di dalam kotak) dimulai dari paling bawah susunannya adalah :

  • Golongan wayang binatang yang beraneka macam bentuk dan namanya
  • Golongan wayang setanan
  • Golongan wayang rasekso bermuka binatang (prajurit Guwa Kiskenda, dan raseksa Lokapala)
  • Golongan wayang rasekso di Ngalengko
  • Golongan wayang rasekso di Pringgodani
  • Golongan wayang rasekso di Trajutrisno
  • Golongan wayang rasekso wanan atau Prajurit sabrang seperti Buta Cakil, Buta Begal, dan sebagainya.
  • Golongan wayang wanara (kera)
  • Golongan wayang patih yang beraneka macam (dapat ditata pada eblek yang diletakkan melintang di atas kotak atau tumumpang malang di seberang kiri dalang)
  • Golongan wayang prajurit sabrang atau dugangan
  • Golongan wayang Kurawa di Ngastina.

Selain tokoh simpingan dan dhudhahan di atas, ada juga wayang yang ada di luar kotak wayang, di eblek yang letaknya di atas tutup kotak wayang di sebelah kanan dalang, yang terdiri dari wayang kendaraan, wayang dewa, wayang perepat punakawan, wayang pandhito, wayang senjata, wayang binatang kecilan.

Source blog.hadisukirno.co.id blog.hadisukirno.co.id/wayang-kulit-gaya-yogyakarta-ii
Comments
Loading...