Pusaka Wayang : Gada Kyai Pecatnyawa, Senjata

0 236

Tangan kanan Seta mengacungkan senjatanya, Gada Kyai Pecatnyawa. Diluar garis perang Kuru Setra, diam-diam seseorang sedang memperhatikan gerak-gerik Resi Seta yang berlari seperti orang kesetanan. Rukmarata, putra Prabu Salyapati. Rukmarata sejatinya adalah kesatria yang netral, tidak bergabung dengan pasukan koalisi manapun. Namun hari itu ia telah melanggar peraturan Bharatayuda. Putra Prabu Salyapati itu berniat mengincar Resi Seta. Dari luar garis perang Kuru Setra, Rukmarata mengangkat busurnya.

Dilepaskannya sebuah anak panah yang melesat kearah Resi Seta. Tepat mengenai dada. Namun anak panah itu tidak mampu melukai Resi Seta sedikitpun. Sesaat senopati Pandawa itu berhenti, mencari-cari sosok pengecut yang telah menelikungnya dari luar garis perang. Akhirnya ia mengetahui bahwa anak panah yang dibidikkan kepadanya berasal dari seorang anak muda yang berdiri di luar padang Kuru Setra. “Wahai pangeran muda, jangan jadi pengecut! Lawan aku kalau kau berjiwa kesatria!” Teriak Resi Seta.

“Berdirilah di tengah Kuru Setra! Jangan berada diluar garis perang!” Lanjutnya. Resi Seta menerjang barikade pasukan Kurawa untuk mendekati Rukmarata. Diseretnya kereta si pecundang ke tengah padang Kuru Setra. Lalu dihantam dengan gada Kyai Pecatnyawa hingga hancur berkeping-keping. Rukmarata, putra Prabu Salyapati itu tewas seketika. Kemarahan Resi Seta belum mereda. Ia kembali mengamuk. Senjatanya gada Kyai Pecatnyawa meliuk-meliuk membabat ratusan prajurit.

Source wattpad.com wattpad.com/287431872-bharatayuda-jaya-binangun-bharatayuda-dua-tawur
Comments
Loading...