Pusaka Wayang : Gada Lukitasari Milik Arya Setyaki

0 920

“Angkat Gada Lukitasari punyaku, bila kau sanggup mengangkatnya, kamu pantas menghadapi Burisrawa”. Ujian pertama ditawarkan. Segera disorongkan batang gada kehadapan Setyaki, dengan sekali usaha, terangkat gada super berat Arya Bimasena. “Bagus , kamu memang pantas menyandang nama Bima Kunting !” . Bima Kunting artinya adalah Bima dengan tubuh kecil. Dijuluki demikian, Setyaki tetap bangga. “Tapi itu belum cukup ! Satu lagi, bila kamu bisa kuat menerima pukulan gadaku ini, kamu boleh berangkat sekarang !.” Kembali ujian kedua ditawarkan.

“Silakan kanda.” Kembali Setyaki bersiap diri. Dipukulnya Setyaki dengan gada Rujakpolo. Gelegar suara benturan badan  Setyaki dengan batang gada bahkan menggetarkan tanah tempat Setyaki berpijak. Gelegar suara itu bagai menerpa  batang baja. Setyaki tetap bergeming. Gembira Werkudara menyaksikan kekuatan adik misannya. “Ayoh berangkat akan aku awasi dari jauh !” Werkudara memberi aba aba. Bangga Setyaki lulus dalam ujian yang tidak ringan itu.

Semakin percaya diri Setyaki menghadapi Burisrawa. Iapun sesumbar. “Nanti siapapun yang kalah, tak ada seorangpun yang boleh membantu !” Maka berhadapanlah kedua satria yang sudah lama saling mendendam. Bara dendam memercikkan semangat untuk saling mengalahkan dalam arena resmi ini. Mereka berdua bertekad untuk menyelesaikan adu kekuatan dengan kemenangan. “Heee Setyaki yang datang menjemput aku, sudah bosan rasanya aku melihat kamu lagi. Kali ini adalah kali yang terakhir.

 

Source facebook.com facebook.com/permalink.php?id=214473661926540&story_fbid=571528746221028
Comments
Loading...