Pusaka Wayang : Guwawijaya, Panah Sakti Rama

0 524

“Rama, kelak raksasa itulah yang harus kau panah dengan panah saktimu Guwawijaya,” terdengar suara dari langit. Rama segera menarik gandewa yang dipegangnya, seolah-olah ia mengarahkan sasarannya ke tubuh raksasa durhaka itu. Gandewa ditarik dengan gerakan tangan yang indah, seperti pelangi yang berasal dari gerakan selendang Dewi Widowati. Bagi hadirin, bunyi tarikan gandewa itu terdengar lemah dan merdu. Tapi bagi Rama, bunyi tarikan gandewa itu menyerupai suara air bah, seram, dan menimbulkan goncangan-goncangan bumi, sampai-sampai bukit-bukit menggelundung runtuh di hadapannya.

Rama seperti baru saja membunuh raksasa durhaka yang memeluk wanita cantik jelita. Suara ilahi memenuhi langit, sehingga Raa tidak mendengar sorak-sorai hadirin yang menyambut kemenangannya. “Rama, apa artinya cinta yang kau dapat dengan panah yang harus ditarik dengan gandewa?”.

Source books.google.co.id books.google.co.id/books?id=x0hFDwAAQBAJ&pg=PA447&lpg=PA447&dq=guwawijaya&source=bl&ots=aE5fsTLFaZ&sig=UqIGmlUnUYGc_cpxxfsPBb3Miek&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiPm7iPmrbaAhXLP48KHWR1DcgQ6AEIYTAJ#v=onepage&q=guwawijaya&f=true
Comments
Loading...