Pusaka Wayang : Jungkat Widadari (Sisir Bidadari)

0 187

Jungkat Widadari (Sisir Bidadari) bukan sembarang sisir, karena bagian pegangannya yang runcing  bisa dijadikan patrem atau cundrik sakti. Cundrik dari sisir bidadari ini, dipakai Bhisma, untuk mengalahkan Seta, sekaligus membunuhnyaKematian yang tiada lain oleh cundrik yang berasal dari Jungkat Widodari milik sang resi. “Tanganku telah berlumuran darah manusia-manusia yang memilih mati di jalan dharma. Entah karma apa yang kelak akan menimpaku. Sungguh aku tidak pantas dikatakan mencapai derajat seorang resi.”

Sejenak Bhisma membasuh kedua tangan dan kakinya. Ia bersihkan lumuran dosa yang menempel pada jiwanya. Lumuran yang berasal dari percikan darah Raden Seta. Resi yang siang tadi menjadi senopati Kurawa itu masih gemetaran. Ia gunakan kain wastra yang menyampir di pundak untuk menyeka keringat dingin di pelipisnya. Lalu, ia nyalakan dupa di atas prapen. Seketika, aroma wangi astanggi berkeliaran memenuhi ruangan. Bisma mengambil duduk sedemikian rupa hingga tubuhnya membentuk posisi siddhasana.

Kedua telapak tangannya sempurna tertangkup dalam sikap anjali mudra. Bibirnya mendesis, melantun-langitkan puja mantra kepada sang Maha Pengampun. Hening. Hanya terdengar hembusan napasnya yang kian lama kian pelan. Kesadaran Bhisma turut pula hanyut, terbalut penyesalan mendalam yang membawanya masuk ke jagad sonya. Bhisma berjalan tertatih-tatih menyusuri rimba yang gelap. Rimba yang dulu pernah dilaluinya ketika masih bernama Dewabrata.

Source dloverheruwidayanto.blogspot.co.id dloverheruwidayanto.blogspot.co.id/2018/02/mahacinta-bhisma-amba.html
Comments
Loading...