Pusaka Wayang : Keris Jalak, Keris Pusaka Karna

0 636

Karna juga memiliki keris pusaka lain, yakni Kiai Jalak. Jalak adalah nama bentuk keris lurus yang lain. Beberapa nama keris lain yang juga dikenal dalam cerita wayang adalah sebagai berikut: Kiai Jalak Ngoceh: senjata raksasa Cakil dari negeri seberang; Kiai Kala Misani: pusaka Raden Sadewa dari Sawojajar; Kiai Kala Nadah: pusaka Raden Arjuna dari Madukara; Kiai Pulang Geni: pusaka Raden Arjuna; Kiai Tilam Upih: pusaka Prabu Yudistira dari Amarta; dan Kiai Sengkelat: pusaka Raden Narasoma/Prabu Salya dari Mandraka.

Prabu Baladewa sesudah memasuki usia lanjut memutuskan untuk lengser kaprabon (turun tahta) dan hidup sebagai petapa dengan gelar Begawan Curiganata. Curiga adalah kata padanan untuk keris. Dalam seni kriya wayang kulit purwa, kaitan antara keris dan dunia pewayangan lebih jelas lagi. Tokoh wayang seperti Cakil, Buta Terong, Patih Sabrang, dan juga Patih Udawa, semuanya menyandang keris yang dilukiskan dalam bentuk dekoratif-realistis. Hal itu didapati pada wayang gagrak Surakarta dan Yogyakarta (Kesunanan, Mangkunegaran, Kesultanan, dan Pakualaman).

Pada tokoh golongan ksatria, bentuk keris yang disandang dibelakang pinggang distiller menjadi hiasan yang disebut manggaran. Pada wayang  krucil, wayang golek purwa, dan beberapa  jenis wayang lain, keris digambarkan dalam bentuk yang lebih realistis dalam tiga dimensi. Di atas panggung pergelaran wayang orang, hampir tidak ada wayang.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...