Pusaka Wayang : Kyai Kalamisani (Kancing Gelung)

0 294

Selain mewariskan keris Sengkelat, Prabu Salya juga memberikan sebuah keris kepada adik perempuannya Dewi Madrim. Keris itu bernama Kyai Kalamisani dan diberikan sebagai kancing gelung atau lambang amanat serta bentuk restu dari leluhur kepada seorang laki-laki, suami Madrim. Dewi Madrim kemudian bersuami Pandu Dewanata dan memperoleh keturunan dua orang Satria Kembar Raden Nakula dan Raden Sadewa. Kelak keris Kiai kala Misani diwariskan oleh raden Sadewa.

Ketika Gatotkaca diangkat menjadi senopati pada hari kelimabelas, ia dipinjami keris Kiai Kalamisani oleh Raden Sadewa pamannya. Karena ternyata keris Kiai Kala misani tidak cocok dengan Gatotkaca, dan memang sudah takdirnya, Gatotkaca harus gugur oleh senjata kunto, panah adipati Karna. Kalamisani ratuning wisa, ditafsirkan sebagai keadaan manusia semenjak masih di alam ruh, kehidupan di dunia tatkala ruh dan raga menyatu (kelahiran), maupun setelah kematian.

Di alam ruh ia bagai cahaya kebiruan yang jernih, bening, suci tak bernoda. Tatkala mengembara di dunia, nafsunya yang menyenangi pesona dunia, dapat menjadi racun yang menyebar dalam kehidupannya. Bisa atau racun itu dapat bermanfaat bagi kehidupan, sebaliknya kehidupan yang semula tenang juga bisa berubah menjadi racun. Namun sesungguhnya ia memiliki kekuatan tersembunyi yang disebut arta daya atau kebijaksanaan, yang mampu menjadi sumber kekuatan yang luar biasa, dengan selalu mengingat asal.

Source griyokulo.com griyokulo.com/2016/09/kolomisani
Comments
Loading...