Pusaka Wayang : Panah Sakti Indrasta Milik Wibisana

0 270

Wibisana melepaskan panah saktinya, yaitu Panah Indrasta ke arah Indrajit, maka Indrajit, ksatria Bikungkungpura pun tewas, dan berangsur angsur berubah menjadi mega. Indrajit yang diciptakan dari mega oleh Wibisana, kembali menjadi mega. Dengan tewasnya Indrajit, maka ular ular yang menyerang pasukan Pancawati pun lenyap. Namun prajurit yang terkena gigitan ular beracun tetap sekarat, dan butuh pertolongan cepat. Wibisana memerintahkan Anoman untuk mencari sejenis daun sandiloto, yang banyak tumbuh di Bukit Arga Jampi, sebuah bukit kecil di dekat Gunung Maliyawan.

Anoman menjadi gugup ketika melihat Prabu Rama dan Laksmana tergeletak pingsan tak sadarkan diri. Wibisana terus merawat keduanya dengan baik. Memang serangan Indrajid membawa korban yang sangat besar. Banyak para punggawa juga para prajurit yang terkapar tidak berdaya. Anoman segera berangkat. Sesampai di Gunung Maliyawan, Anoman menemukan bukit yang dimaksud oleh Wibisana. Karena pada waktu berangkat, Anoman menjadi gugup, sehingga ia lupa tidak meyakinkan lagi, nama daun apa yang tadi diminta oleh Wibisana.

Setelah sampai dibukit Maliyawan. Anoman jadi bingung, ia sudah tidak ingat daun apa yang diminta Wibisana. Akhirnya Anoman mengangkat bukit Argajampi beserta seluruh tanaman  yang ada di atasya dan dibawanya kembali ke daerah pertahanan Pancawati.Wibisana mengambil daun daunan yang diperlukan untuk menawarkan racun ular berbisa. Para prajurit terkena.

Source indrajidgugur.blogspot.co.id/
Comments
Loading...