Pusaka Wayang : Tombak Kyai Wilugarba Werkudara

0 228

Tombak Kyai Wilugarba (pemberian kakeknya, Werkudara). Kemudian memberikan tombak Wilugarba kepada Sasi Kirana. Kunthi, Drupadi, Nakula, Sadewa, Arjuna, Puntadewa dan Bima muksa. Para anak cucu menyaksikan kemuksaan mereka. Kunthi berpakaian serba putih, naik ke candhi Rukmi, lalu bersamadi. Kemuksaan Kunthi ditandai oleh cahaya berbinar-binar menyambar Candhi Rukmi. Sukma dan raga Kunthi muksa. Drupadi berpakaian serba putih, naik ke Candhi Rukmi, lalu bersamadi.

Kemuksaan Drupadi ditandai oleh sinar bundar seperti matahari berlubang berseri-seri. Nakula dan Sadewa bercuci diri di sungai Gangga, lalu mengenakan pakaian brahmana. Mereka masuk ke Candhi Sekar, bersamadi. Kemuksaan mereka ditandai oleh tiupan angin topan. Arjuna mandi di Sendhang Pangruwatan, lalu mengenakan pakaian brahmana. Arjuna masuk ke Candhi Sekar, bersamadi. Kemuksaan Arjuna kelihatan seolah-olah Arjuna naik dalam kereta yang nampak seperti cahaya berseri-seri.

Kereta cahaya ditarik oleh seratus kuda, dikemudikan dewa dan dipayungi bidadari. Puntadewa (Darmakusuma) bersama anjing naik ke Candhi Rukmi. Anjing itu bernama Linggasraya, kemudian berubah menjadi dewa Darma setelah ia memberi tafsiran terhadap tulisan yang didapat dalam Kalimsada. Dewa Darma kembali ke kahyangan, Dewa Indra menjemput Puntadewa dengan kereta cahaya dari kahyangan. Puntadewa muksa bersama Dewa Indra. Bima berbincang-bincang dengan Sri Kresna. Sri Kresna tidak akan muksa bersama Pandhawa sebab berbeda amal baktinya saran Bima.

Source wayangindonesia.web.id wayang.wordpress.com/2011/03/01/banjaran-pandhawa-40-pandhawa-muksa-pt-2
Comments
Loading...