Pusaka Wayang : Triwikrama (Tiwikrama), Berubah

0 300

Triwikrama atau sering disebut Tiwikrama adalah kemampuan titisan Wisnu dan beberapa makhluk lainnya untuk berubah ujud menjadi raksasa yang amat besar, bertangan seribu yang disebut brahala. Dalam pewayangan, tokoh titisan Wisnu yang tergolong sering melakukan Tiwikrama adalah Arjuna Sasrabahu dan Kresna. Selain titisan Wisnu, Dasamuka juga bisa bertiwikrama. Dalam keadaan biasa, Dasamuka hanya berkepala satu. Namun, ketika bertiwikrama ia berkepala sepuluh dan tubuhnya menjadi jauh lebih besar.

Dalam pewayangan diceritakan, saat Kresna bertindak sebagai duta Pandawa, ia melakukan triwikrama karena Kurawa tidak mau memenuhi janjinya dan hendak mengeroyok Kresna. Karena tiwikrama Prabu Kresna, balairung istana Astina tidak mampu memuat tubuhnya sehingga jebol. Dinding-dindingnya roboh dan atapnya runtuh.  Para Kurawa dan dan penghuni istana Astina lari kalang kabut untuk menyelamatkan diri. Dalam lakon carangan berjudul Dewa Amral.

Prabu Yudhistira juga melakukan triwikrama. Begitu juga Anoman, beberapa buku pewayangan menyebutkan putra Dewi Anjani itu juga sanggup melakukan tiwikrama.  Misalnya ketika ia menjadi duta, waktu ia menyeberangi lautan, Anoman diterkam Wilkataksani dan ditelannya. Saat Anoman berada di dalam tenggorokan raksasa itu, ia melakukan tiwikrama sehingga leher raksasa itu bedah dan Wikataksani mati seketika. Dalam seni kriya, khusus untuk Kresna, Arjuna dan Puntadewa, peraga wayang yang menggambarkan keadaan tiwikrama disebut brahala. Pada pewayangan Jawatimuran

Source Hadi blog.hadisukirno.co.id/triwikrama
Comments
Loading...