Pusaka Wayang : Wahyu Cakraningrat, Syarat untuk Kuasa

0 196

Wahyu Cakraningrat, adalah wahyu yang dianggap sebagai syarat untuk mendapat kekuasaan dan takhta suatu kerjaaan, Beberapa dalang sering menambahkan, siapa yang dapat menguasai Wahyu Cakraningrat, kelak keturunannya akan dapat menguasai Tanah Jawa. Sebenarnya Wahyu Carkaningrat adalah penjelmaan Batara Cakraningrat. Wahyu ini, dalam dunia pewayangan, akhirnya didapat oleh Abimanyu, salah seorang putra Arjuna. Kisah ini diceritakan dalam lakon Wahyu Cakraningrat. Dalam lakon ini usaha Abimanyu untuk memberoleh Wahyu Cakraningrat mendapat saingan dari putra Prabu Anom Duryudana bernama Lesmana Mandrakumara, serta putra Prabu Kresna bernama Samba Wisnubrata.

Karena Samba ternyata gagal mendapat wahyu itu, dan Kresna tahu bahwa yang memperolehnya adalah Abimanyu, raja Dwarawati itu lalu menikahkan Abimanyu dengan salah seorang putrinya, Dewi Siti Sundari. Prabu Kresna berharap dengan perkawinan itu, keturunannya (cucunya) kelak akan memperoleh kekuasaan. Namun, harapan Kresna itu tidak dapat terlaksana karena Siti Sundari ternyata mandul, tidak berputra. Abimanyu hanya berputra tunggal, hasil perkawinannya dengan Dewi Utari, adik Seta, Utara, dan Wratsangka, putri bungsu Prabu Matswapati dari Wirata. Putra Abimanyu, yang lahir sesudah Abimanyu gugur dalam Baratayuda, itu diberi nama Parikesit. Karena wahyu Cakraningrat yang diperoleh Abimanyu itulah maka Parikesit dapat menduduki takhta Kerajaan Astina kelak, sesudah Baratayuda selesai. Dalam pewayangan Parikesit juga dianggap sebagai orang yang menurunkan raja-raja.

wayangindonesia.web.id/cakraningrat-wahyu.wayang

Comments
Loading...