Sastra Pedalangan : Dialog, Gaya Bahasa Dalang

0 370

Sastra pedalangan adalah reka bahasa dalang dalam seni pertunjukan wayang. Sastra pedalangan terdiri dari murwa atau pelungan (suluk pembuka pedalangan), nyandra janturan (deskripsi jejer adegan pertama) dan pocapan (narasi adegan), suluk (puisi padalangan), antawacana (dialog wayang), sabetan (bahasa tubuh wayang), suara (bunyi, celotehan, dan onomatopi), tembang (nyanyian), mantra (puisi magis), dan lakon (cerita wayang). Murwa adalah suluk pembuka dalam pertunjukan wayang.

Pedalangan Jawa Timur menggunakan istilah pelungan; pedalangan Jawa Tengah menggunakan istilah ilahengan; dan pedalangan Jawa Barat menggunakan istilah murwa. Di bawah ini adalah contoh murwa pendek pedalangan Jawa Barat.

Kembang sungsang binang kunang
Cahaya nira kadya gilang gumilang
Murwa panjang di bawah ini dari pedalangan Jawa Barat.
Adam adam babuh lawan
Ingkang ngagelaraken cahya nur cahya
Dangiang wayang wayanganipun
Perlambang alam sadaya

Semar sana ya danar guling
Basa sem pangangen-angen
Mareng ngemaraken Dzat Kang Maha Tunggal
Wayang agung wineja wayang tunggal
Wayang tunggal

Source caritawayang.blogspot.com caritawayang.blogspot.com/2015/08/sastra-pedalangan-dialog-bahasa-dalang-wayang.html
Comments
Loading...