Sastra Pedalangan : Irama, Tempo dalam Karawitan

0 275

Pada hakekatnya irama itu adalah sebuah tempo atau jarak waktu. Jarak waktu di dalam karawitan berupa tempo untuk mengatur jarak pukulan satu ke pukulan lainnya. Untuk itu demi teraturnya irama dan sesuai dengan karakter gending, sajian irama dapat diatur sebagai berikut: Irama lancar, bisa juga disebut irama setengah, Irama lamba, bisa disebut irama kebar atau irama siji (satu), Irama dadi, juga disebut irama loro (dua), Irama wiled atau irama telu (tiga atau ciblon), Irama rangkep atau irama papat (empat).

Ada lagi irama yang namanya sesuai dengan bentuk/nama gending, misalnya Irama srepek sejenis irama satu, Irama sampak sejenis irama setengah, Irama palaran sejenis irama srepek dan sampak. Masih ada sebuah irama yang perjalanannya tergantung pada pelaku, yaitu disebut irama Bebas. Irama ini sering tersaji dalam lagu Tembang Jawa yang berbentuk Bawa, tembang Macapat Tengahan dan Ageng Andhengan. Irama bebas dalam tari sering terjadi, dan disebut irama dalam hati.

Irama bebas dalam pewayangan setiap saat bisa terjadi. Irama mempunyai dua unsure penting yaitu isi dan kecepatan (Waktu). Irama dalam hubungannya dengan isi adalah pelebaran atau penyempitan gatra (Istilah yang diberikan oleh Bp. Martopangrawit).

Contoh dalam Gatra 2 1 2 6
Irama a = 2 1 2 6
Irama b = .2.1 .2.6
Irama c = …2 …1 …2 …6
Irama d = …. …2 …. …1 …. …2 …. …6
Dalam Irama a tiap satu balungan mendapat sabetan
Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...