Sastra Pedalangan : Pocapan, Ungkapan Via Narasi

0 314

Seorang dalang disamping mengucapkan janturan jejer juga sering memberikan penjelasan kepada para penonton atau pendengar dengan melalui sebuah narasi yang mengungkapkan tentang kejadian di suatu tempat atau kejadian yang sedang dilakukan oleh seorang tokoh wayang, atau kejadian itu baru akan dijalankan. Ungkapan-ungkapan melalui narasi itulah yang dimaksud dengan pocapan (pa-ucap-an atau pa-omong-an). Kalimat kejadian yang dimaksud adalah seorang tokoh bertamu, seorang tokoh melamun, bersemedi, seorang tokoh dirundung kesedihan, seorang tokoh yang sedang jatuh cinta (gandrung), seorang tokoh yang akan berangkat ke  medan perang, kejadian sesudah perang, kejadian sedang geger, bencana alam, dan masih banyak lagi yang lainnya. Contoh pocapan seorang tokoh yang bertamu ke suatu negara, Prabu Baladewa bertamu ke suatu negera…….,biasanya pocapan dimulai dari negara yang akan menerima kehadiran Prabu Balawadewa, misalnya:

Reg reg reg, wauta gumeder, gumarenggeng, gumuruh swaraning janma padha salang-tunjang kaya gabah den iteri kaya jebug sinemburan, bledug mangampak-ampak, cingak para mantra bupati kang padha sumewa temahan sami taken tinakenan “hehehe dialon kanca, dialon kanca..”

Pocapan di atas terungkap untuk penggambaran di pihak negara yang akan kedatangan tamu. Hal Ini dilakukan sebagai tanda hormat suatu negara kepada Prabu Baladewa. Selanjutnya apabila tamu sudah berada di dalan pasewakan, dalang kembali pocapan, misalnya: Lah ing kana ta wau.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...