Sastra Pedalangan : Suluk Wujil, Pesan Sunan Bonang

0 302

Kitab Suluk Wujil berisikan ajaran Sunan Bonang kepada seorang bajang, bekas budak raja Majapahit bernama si Wujil. Ajarannya tentang mistik. Dalam suluk wujil memuat tembang yang bermacam-macam sejumlah 104 pupuh. Kitab Suluk Wujil ini di dalamnya berisikan sebuah kalimat berbunyi Penerus Tinggal Tataning Nabi. Artinya, Penerus menyatakan bilangan 9, Tinggal menyatakan bilangan 2, Tata menyatakan bilangan 5 dan Nabi menyatakan bilangan 1.

Jadi kalimat itu menyatakan bilangan tersusun menjadi 9251. Kalimat yang setiap katanya menyatakan sebuah bilangan seperti di atas, dalam kesusasteraan Jawa disebut Sengkalan. Setelah terjemahannya berujud angka, maka pembacaannyapun harus dibalik. Jadi bila jajaran angka itu berupa 9251, maka akan terbaca menjadi 1529. Jajaran angka terbalik inilah yang akan dinyatakan sebagai angka tahun, yaitu tahun 1529, pada jaman kerajaan Mataram diperintah oleh Ramanda Sultan Adung, yaitu Sinuhun Seda Krapyak. Dengan demikian jelas bahwa Kitab Suluk Wujil ini sudah ada sejak jaman Mataram. Di bawah inilah petikan tiga bait tembang Suluk Wujil, berupa sekar Dhandhang Gula:

dipun weruh ing urip sejati,
lir kurungan raraga sadaya,
becik den wruhi manuke,
rusak yen sira tan wruh, hih ra wujil salakuneki,
iku mangsa dadya,
yen sira ‘yun weruh,
becikana kang sarira,
awismaa ing enggon punang asepi,
sampun kacakrabawa.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...