Sekar Budaya Nusantara : Wayang di Tengah Dunia

0 225

Ada beberapa asumsi yang melandasi pemikiran wayang sebagai salah satu falsafah besar Nusantara yang bisa ditawarkan di tengah cakrawala dunia. Falsafah itu mendasari cara berpikir dan moralitas dalam kehidupan sosial budaya dan juga berpolitik

Pertama, bahwa wayang telah diakui UNESCO pada tahun 2003 sebagai Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity atau sebagai karya agung dunia yang berupa warisan budaya nir benda. Pengakuan UNESCO mengisyaratkan bahwa wayang mengandung warisan budaya yang bernilai universal sebagai milik dunia.

Kedua, wayang adalah wewayanganing ngaurip, artinya wayang adalah refleksi dari kehidupan. Selain mempunyai sisi abstrak berupa nilai-nilai agung dan merupakan prinsip kehidupan, wayang juga bersifat reflektif dan pragmatis. Nilai-nilai agung yang universal pada dasarnya adalah wewayangan/cerminan ide dari jiwa manusia yang harus direalisasikan dalam aspek-aspek kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian wayang bisa menjadi perangkat dalam meletakkan strategi dasar untuk memberikan arah dan tujuan dalam mengatasi dan menata kehidupan.

Tidak saja kehidupan berbangsa namun juga untuk memayu hayu bawana dalam arti menjaga ketenteraman dan kesejahteraan tatanan jagad raya ini. Wayang mengandung kebenaran nilai-nilai universal yang dikandung dalam berbagai religi dan kebudayaan. Hemat saya hal inilah yang patut dibina dan ditawarkan sebagai sumber kebijakan apabila dipelihara kelangsung- an tradisinya. Sistem nilai yang terkandung di wayang.

Source sekarbudayanusantara.co.id sekarbudayanusantara.co.id/Wynk/?p=566
Comments
Loading...