Sena Wangi : Berseteru Tanpa Akhir Seperti Wibisana

0 274

Ketika Presiden Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah, mantan Ketua MPR Amien Rais muni-muni: “Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?”. Selain itu, dia juga menuduh rezim Jokowi memberikan angin membangkitkan PKI. Dianggap melebihi batas kepantasan, Presiden Jokowi terpaksa mengingatkan, kritik yang disampaikan jangan asal bunyi atau asbun. “Kalau yang salah ya mesti ada yang mengingatkan dengan kritik. Tapi, tolong dibedakan kritik dengan mencela. Bedakan kritik dengan fitnah. Kritik dengan nyinyir beda lagi,” katanya.

Berbeda cara pandang juga terjadi dalam cerita Wibisana Tundhung. Kumbakarna dan Gunawan Wibisana menolak tingkah Rahwana yang menculik Shinta. Tapi sang kakak membentak: “Hai kamu Kumbakarna dan kowe Gunawan Wibisana. Tahukah kalian, Rama itu sama sekali tidak mencintai Shita.” Wibisana bereaksi: “Lho, bagaimana mungkin kakangprabu?”. Dasamuka: “Kalau memang Regawa mencintai Shinta, mengapa dia tak mau menyenangkan hati Shinta.

Kedharang-dharang dia bawa Shinta masuk-keluar hutan ri bebendhotan. Kejlungup-jlungup Shinta dipaksa naik-turun gunung, masuk jurang menyeberang sungai tanpa tujuan, papa papariman ngulamdara. Uh…” Kumbakarna menyela: “Lho, seandainya demikian, lalu apa urusanmu?”. Dasamuka: “Buta goblog. Cinta yang tidak membahagiakan itu menyalahi kodrat. Lebih dari itu, katanya Si Rama Regawa itu titisan Wishnu. Lha kok dia tidak ambil.

Source senawangi.com senawangi.com/berseteru-tanpa-akhir
Comments
Loading...