Sena Wangi : Jabang Bayi Itu Bernama “Si Gaduh”

0 296

Saya sih berpikir sederhana saja. Adanya jabang bayi Komite PK DKI adalah jawaban atas Inspektur Daerah yang gagal kuwajiban. Jum’at, 5 Januari 2018, saya nonton Kompas TV, dalam acara wawancara pak Oegroseno tentang Komite PK. Walau beliau-nya mencoba menjelaskan ruang lingkup tugas, yang dikatakan akan mengisi “ruang kosong” yang tak terjangkau Inspektorat Daerah, tapi sungguh susah bagi saya untuk membedakan fungsi kedua institusi ini.

Masak masih ada ruang kosong ya? Pendapat saya dikuatkan oleh pernyataan Ketua Komite PK, Bambang Widjojanto, bahwa dia akan menangani kasus RS Sumber Waras, pembelian lahan di Cengkareng, proses administrasi pembangunan fasilitas sosial oleh swasta dll. Membentuk Komite PK DKI yang mengambil alih fungsi Inspektur Daerah juga ada didunia wayang. Sebelum Pandu wafat, dia berpesan kepada Drestarastra untuk menjadi Plt Raja Astina sampai Pandawa laik memimpin negeri.

Tapi dalam perkembangannya, melik nggendhong lali membutakan mata hati. Setelah peristiwa Balé Sigala-gala, serta merta kuasa negeri diberikan kepada putra sulungnya, Duryudana. Peristiwa Plt Raja bisa disejajarkan dengan Komite PK DKI. Seperti halnya Drestarastra yang mengambil oper wewenang Pandu, kawan-kawan Anies yang berada di Komite PK juga akan mengambil alih tugas dan kuwajiban Inspektur Daerah yang tak berfungsi. Tentang Inspektorat yang gagal kuwajiban, Inspektur Jendral Kementerian Dalam Negeri, Sri Wahyuningsih mengeluh.

Source senawangi.com senawangi.com/jabang-bayi-itu-bernama-si-gaduh
Comments
Loading...