Sena Wangi : Jihad Seperti Cerita Pandhawa Dhadhu

0 209

Saking murkanya, paling sedikit 3x Pak Béyé menggunakan kata Jihad, ketika dia melakukan konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, untuk menggugat pengacara pak Setnov, Firman Wijaya. Pak Béyé bilang: “Inilah perjuangan saya, inilah Jihad saya, Jihad untuk mendapatkan keadilan dinegara yang sangat saya cintai… Saya katakan tadi, saya akan melakukan Jihad untuk sebuah keadilan…” Mengapa Pak Béyé bisa ngamuk, sampai-sampai menggunakan kata sakral yang sedang ngetren dijaman Now, Jihad, ya karena dia merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya.

Dengan keterangan saksi Mirwan Amir, Firman Wijaya menganggap Pak Béyé adalah kekuasaan besar dibalik proyek e-KTP. “Mirwan bilang, dia sampaikan kepada pemenang Pemilu 2009, bahwa urusan e-KTP ini ada masalah, jangan dilanjutkan. Tapi instruksinya tetap diteruskan. Jadi jelas yang namanya intervensi, ini yang disebut kekuasaan besar,” celotehnya. Tokoh wayang ber-pahit lidah, penebar sakit hati, yang menjadi salah satu picu Pandawa Dhadhu adalah Pancali alias Drupadi.

Dalam cerita Sesaji Rajasuya, Duryudana kecebur balumbang yang dibangun didepan balairung istana Undraprasta. Tentu saja kejadian itu mengundang tertawa 100 kepala pemerintahan negara sahabat, 7 brahmana suci nan sakti, puluhan haksahini prajurit serta tak terhitung banyaknya kawula Amarta yang hadir disitu. Disela gelak tertawa, tiba-tiba Dewi Drupadi bergumam: “Dasar anak orang buta, Drestarastra.” Mak cep… gaung  gelak tawa terhenti.

Source senawangi.com senawangi.com/jihad
Comments
Loading...