Sena Wangi : Kyai Tambur Jarasanda Milik Jarasanda

0 203

Dihadapan kader partai berlambang Kepala Garuda Merah, bos besar Prabowo Subianto pidato berapi-api: “Dinegeri lain, mereka sudah bikin kajian-kajian, yang dimana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi di tahun 2030. Bung, mereka ini ramalkan kita ini bubar.” Selanjutnya dia bertutur: “Tidak enak kita bicara, tapi ‘sudah tidak ada waktu’ untuk kita berpura-pura lagi.” Pernyataan ini mengundang gaduh, sehingga tak kurang dari pimpinan tertinggi ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah perlu bertemu dan menyatakan sikap bahwa mereka tak sepakat dengan pernyataan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia raya ini.

Walau begitu, masih ada dua Maha Guru yang mencoba membuat suasana tetap teduh, masing-masing Prof. Tito Karnavian yang Kapolri, dan Prof. Mahfud MD yang mantan Ketua MK. Pak Tito berpendapat bahwa bumi hangus 2030 itu hanya wake up call untuk menjaga NKRI. Sedang Pak Mahfud MD yang sarujuk dengan Pak Tito menegaskan: “Benar, Pak Tito sama dengan saya. Lihat cuitan saya 2 hari lalu. Pidato Prabawo itu bisa dan OK saja sebagai peringatan agar kita berhati-hati. Sama, kan?”.

Wake up call-nya Pak Tito dan peringatan-nya Pak Mahfud MD, dalam wayang diejawantahkan dalam bentuk pusaka Kyai Tambur Jarasanda. Pusaka itu milik Prabu Jarasanda dari negeri Magada, yang terbuat dari kulit Prabu Drata, ayahanda Jarasanda.

Source senawangi.com senawangi.com/kyai-tambur-jarasanda
Comments
Loading...