Sena Wangi : Meniti Pathet Menyura Seperti Harimba

0 166

Gejolak partai paling sepuh di republik ini sedang viral. Dari dalam tahanan, pak Setya Novanto menulis bahwa dia masih Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR. Dilain pihak, pak JK menghendaki Munaslub untuk mengganti Setnov. Kini, kawah Candradimuka-nya Golkar sedang mumpal-mumpal, karena para dewa pemegang kendali saling sodok tentang siapa yang akan mengganti “bakpao-er”. Nama Erlangga Hartarto mulai moncèr, demikian pula mbak Titiek Suharto.

Dia bilang: “Insya Allah, kalau memang dibutuhkan, saya tentunya sebagai anak tentara dan salah satu putri pendiri Golkar, siap”. Sekedar bertanya, jagonya Pimpinan Dewan Masjid Indonesia, pak JK, siapa ya? Dalam wayang, saling gigit antar saudara tentang pengganti Harimba, juga terjadi. Beberapa hari menjelang wisudan Gatutkaca, Brajadenta mbalela. Ya sudah, bertengkar. Brajadenta-Brajamusti sampyuh. Betari Durga dikentut-in Semar, terguncang sampai ke pasétran Gandamayit.

Si biang kerok Sengkuni, di oyak-oyak Petruk dan Bagong sampai termehek-mehek. Gejolak di Pringgandani bisa disepadankan dengan gaduh Partai Golkar. Mengamati keributan itu, saya bergumam: “Elektabilitas Golkar tinggal 10,9 persen, disalib Gerindra dengan 13,6 persen. Tapi kawan-kawan ini masih umeeek saja, padahal sejak 5 Oktober 2017, Meniti Pathet Menyura dalam pergelaran Pilpres 2019 sudah dimulai.” Bahwa Setnov harus diproses hukum, ya iya lah. Tapi sikut-sikutan antar saudara itu lho yang nggak nguwati. Semoga tidak mélik nggéndhong lali. 

Source senawangi.com senawangi.com/meniti-pathet-menyura
Comments
Loading...