Sena Wangi : Novel dan Semangat Lebih (Gatutkaca)

0 215

Setiba dari Singapura Novel Baswedan langsung memberi Semangat lebih kepada para aktivis penegak hukum, pegawai dan penyidik KPK dengan mengatakan: “Kita (harus) semakin berani, semakin sungguh-sungguh dalam tugas memberantas korupsi. Jika apa yang terjadi dalam diri saya (lalu kita) menjadi takut, tentunya ini menjadi kemenangan bagi pelaku penyerangan, dan saya tidak ingin ini terjadi.” Semangat lebih yang disampaikan penyidik KPK yang disiram air keras orang tak dikenal ini sama dengan pesan Semangat lebih yang disampaikan pendiri bangsa, Prof, Mr. Dr. Soepomo disidang BPUPKI. Beliau mengatakan: “Paduka Toean Ketua. Yang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hidup negara, ialah Semangat. Semangat para penyelenggara negara, Semangatpara pemimpin pemerintahan.”

Menyimak penderitaan Novel Baswedan yang 10 bulan dirawat di Singapore General Hospital, saya suka membayangkan betapa hebat derita Gatutkaca dalam cerita Gatutkaca Sungging. Pada waktu itu Gatutkaca menggelar latihan perang di padang Kuru bagian selatan, Pandawa Mandalayuda. Aktivitas itu membuat Duryudana merasa terancam. Oleh karenanya dia mengutus pertapa dari Ngawiyat, Begawan Nilayaksa dan puteranya Dewa Pawaka untuk mengusir Gatutkaca.

Dalam pertempuran, kulit dan mata Gatutkaca mlonyoh diterjang api. Setelah itu, raga yang berkelojotan tanpa daya, dibuang ditengah alas gung liwang-liwung menunggu ajal. Beruntung raja Mandura, Prabu Baldewa menemukannya. Segera Gatutkaca dibawa ke pertapan Kendhalisada.

Source senawangi.com senawangi.com/novel-dan-semangat-lebih
Comments
Loading...