Sena Wangi : Pengayom Dinasti Bui (Babat Alas Mertani)

0 186

Saking geramnya karena KPK nggak kunjung ‘meninggal dunia’, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah muni-muni. Menanggapi OTT atas Bupati Subang Imas Aryumningsih, dia bilang: “KPK itu memang cocoknya pindah ke Korea Utara saja. Suruh saja jadi aparatnya Kim Jong Un, baru cocok dia. Di negara demokrasi tidak bisa dia.” Pasalnya, dia mencurigai KPK yang telah menerima order-an dari pasangan yang berpotensi kalah dalam Pilkada. Sebelumnya dia menuduh bahwa hiruk-pikuk korupsi e-KTP itu hanyalah permainan Agus Raharja, Novel Baswedan dan Nazaruddin.

Sebelumnya lagi, ketika anggota Pansus Angket KPK dari PDI-P, Henry Yosodiningrat berpendapat agar KPK dibekukan, dia menyalip dalam tikungan. Dia usul agar Presiden Jokowi mengeluarkan PERPPU untuk bubarkan KPK. Nggak tahu ya, setiap kali saya mencermati niat dan usaha bang Fahri Hamzah membubarkan KPK, saya selalu teringat akan Kurawa yang ingin membinasakan Pandawa. Ki Dhalang Manteb Soedharsono dalam cerita Babat Alas Mertani pernah menggelar sanggit anyar.

Pada waktu itu Duryudana telah resmi dilantik menjadi raja Astina. Tapi dalam sidang kabinet perdana-nya, masih saja digunjingkan nasip Pandawa yang sudah divonis mati terbakar di Bale Sigala-gala. Sidang menjadi kacau, ketika mak bedhengus… tiba-tiba Bima hadir. Senyampang para Nayaka masih terkesima, Sengkuni, Gendari, dan Duryudana meninggalkan pasewakan, berunding. Bertiga sepakat membuat jebakan yang baru.

Source senawangi.com senawangi.com/pengayom-dinasti-bui
Comments
Loading...