Sena Wangi : Surat Terbuka untuk Mas Kanjeng Ki

0 210

Surat Terbuka untuk mas kanjeng ki dalang Enthus
Mas kanjeng,
Saya terpana ketika kita ketemu diruang rapat Pak Franky Welirang, Tanjungpriok, Jakarta. Sampéyan terlihat langsing untuk tidak mengatakan kurus. Tapi saya menjadi lega ketika cengkeraman tangan, tatapan mata, serta suaramu masih tetap nggeni seperti 25 tahun lalu, ketika kita berjumpa kala pertama di Miniatur Indonesia. Di malem-Setu, 7 Desember 2017, saya bertekat menunggui pergelaran jengandika sampai tancep kayon, untuk tidak sekedar hanya menikmati, tapi juga untuk mengusir keraguan, bahwa sampéyan tetap sehat lahir batin.

Akhirnya saya gembira, karena handika tetep semangat, jalan ceritanya mulih, antawacana utuh, sabetan prima, dramatisadi tak nguciwani, dan yang penting, penggemar sampèyan tak kenal jeda dan Pak Franky-pun tertawa. Usai pergelaran, sambil berjabat-tangan perpisahan, aku bergumam: “Élok tenan bocah siji iki.”

Mas dhalang,
Saya tahu, selain melakukan tugas ke-Bupati-an dan ndhalang, handika pasti sedang sibuk mengikuti proses laga Pilkada Serentak, yang coblosan nya jatuh pada hari Rabu Pon, 27 Juni 2018 – pas weton-ku. Untuk itu perkenankanlah saya ndongèng dedongèngan yang pasti sering panjenengan gelar, yaitu adegan Kunti-Karno Basuséna, ditepian Sungai Gangga, dibawah rindangnya wit kastuba, Kadipaten Panggombakan. Kunti jelih-jelih ketika disapa “Radèn Ayu” oleh Karna. “Karna, mengapa kamu panggil aku Radèn Ayu? Aku ini ibumu yang mengandungmu sembilan bulan sepuluh hari,”

Source senawangi.com senawangi.com/surat-terbuka-untuk-mas-kanjeng-ki-dalang-enthus
Comments
Loading...