Sena Wangi : Ya atau Tidak Sama Sekali Seperti Duryudana

0 288

Sinambi menuntut Setya Novanto dengan 16 tahun penjara, denda Rp. 1 M subsider 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti 7,4 juta dollar AS, dan mencabut hak politik selama 5 tahun setelah pidana usai, Jaksa KPK, Abdul Basir juga mengatakan: “Dari keterangan terdakwa, kami jaksa penuntut umum menilai terdakwa belum memenuhi kualifikasi sebagai Justice Collaborator (JC). Untuk itu, jaksa belum dapat memenuhi permohonan terdakwa.” Seperti diketahui, pada 10 Januati 2018 mantan Ketua DPR ini telah mengajukan permohonan sebagai JC.

Dan pada hari Kamis, 22 Maret 2018 didepan Pengadilan Tipikor, dengan menangis-menangis dia berkata: “Saya dengan sungguh-sungguh memohon kepada KPK, agar mempertimbangkan saya Justice Collaborator.” Tapi dilain pihak, Ketua Pengadilan Majelis Hakim Tipikor Jakarta, Pak Yanto mengatakan: “Ini keterangan terdakwa setengah hati. Kalau mengarah ke yang lain, Anda bilang betul. Tapi kalau keterangan yang mengarah ke saudara, saudara bilang enggak tahu. Ini sadar kan, saat membuat permohonan Justice Collaborator?”.

Wayang memberi contoh sosok setengah hati, Duryudana. Sejak masih kuncung tekan gelung, dia hanyalah boneka, yang selalu bilang “yes” kepada Sengkuni. Putra sulung Adipati Drestarastra ini baru berani bilang: “Indraprasta kan ku pertahankan – sedumuk bathuk senyari bumi,” ketika orang Palasajenar yang berkedudukan Patih negeri Astina ini mengatakan: “Untuk apa berunding dengan wong ireng thuntheng, Narayana? Mustahil Pandawa berani menyerang Astina. Bukankah kita?

Source senawangi.com senawangi.com/ya-atau-tidak-sama-sekali
Comments
Loading...