Seniman Karawitan : Kawindrosutikno, Lahir di Yogyakarta

0 200

Seniman karawitan ini kelahiran Yogyakarta, 18 Oktober 1922 dengan nama Suwandi. Ia besar dalam keluarga sederhana. Lingkungan sekitarnya, di ndalem Purbodiningratan adalah tempat kegiatan berolah seni seperti seni tari, karawitan, ketoprak dan wayang. Keseharian semacam ini bagi Suwandi nampaknya menumbuhkan rasa senang sekaligus minat untuk mempelajarinya. Untuk memenuhi minatnya itu, pada tahun 1930-an, Suwandi nyantrik kepada Kanjeng Purbodiningrat.

Pada tahun yang sama, dengan penuh rasa percaya diri, ia mengajukan diri mengabdi pada keraton, upaya memperluas pengetahuan dan kemampuannya dalam seni yang digelutinya. Sementara belajar tari dan karawitan tetap berjalan, pada tahun 1937, Suwandi diangkat sebagai abdi dalem punakawan bedhaya, dengan nama Atmadipraya. Atas keuletannya dalam mengabdi, 3 tahun berikutnya ia dipindah sebagai abdi dalem Nrang Dahana atau bagian pemadam kebakaran dengan nama Dipraya Pawaka.

Pengalaman ini dirasakan cukup berharga. Karena tidak lama kemudian, pada tahun 1950, ia dipindah ke kantor kapujanggan atau kesusastraan, dengan nama Kawindraosutikno. Di sinilah ia bertemu dengan Kuswadji Kawindrosusanto yang memberikan bimbingan kepadanya dalam masalah sastra, filsafat Jawa. Tahun 1955  Kawindrosutikno mendapat kepercayaan untuk mengajar seni karawitan di Paguyuban Katolik Cipta Budaya Yogyakarta.

Kesempatan yang memberinya harapan bagi kariernya dalam seni karawitan. Dan berturut-turut, tahun 1959, ia mengajar di Sekolah Guru Bantu (SGB) Jetis, 1960 mengajar Perkumpulan Ngesti Laras Polisi, Inspeksi Yogyakarta termasuk SMKI.

Source Dinas tasteofjogja.org/contentdetil.php?kat=artk&id=Mzky&fle=Y29udGVudC5waHA=&lback=a2F0PWFydGsmYXJ0a2thdD0yNSZsYmFjaz0mcGFnZT0z&page=5
Comments
Loading...