Seniman Karawitan : Maestro KRT. Wasitodiningrat, Empu

0 221

Laki-laki kelahiran Yogyakarta 17 Maret 1909 ini adalah empu atau maestro untuk seni karawitan Jawa sebagaimana nama lengkapnya sekarang. Maestro KRT. Wasitodiningrat. Oleh pemerintah Amerika Serikat, nama maestro karawitan ini diabadikan sebagai nama salah satu gugus bintang di antariksa. Karya-karyanya tercatat ada 200 komposis gendhing dari mulai gendhing kenegaraan, iringan tari, dolanan, maupun untuk kepentingan ritual keagamaan.

Jejak keempuanya ditempuh lewat proses yang cukup panjang, yakni sejak usia 5 tahun. Bermula dari bimbingan ayahnya, RW Padmowinangun, yang sehari-harinya mengabdi kepada Puro Pakualam VII sebagai abdi dalem karawitan. Kebetuhan di rumahnya sendiri, Purwanggan, ayahnya memiliki seperangkat gamelan slendro-pelog terbuat dari kuningan. Sementara ibunya adalah panari sekaligus waranggana (vokalis) karawitan di Puro Pakualaman.

Dengan perangkat gamelan itulah Wasito mulai mengenal dan belajar seni karawitan. Dan pada saat-saat latihan digelar dirumahnya, ia pun akan mengikutinya. Pada usia yang masih anak-anak ini tepatnya ketika menginjak usia 7 tahun, Wasito pun tekun belajar seni tari bersama dengan kerabat Puro Pakualaman. Pendidikannya sendiri dimulai dari sekolah islamiyah Puro Pakualam, kemudian melanjutnya ke sekolah umum Taman Siswa yang baru saja dibuka tahun 1922.

Di ulang tahunnya yang pertama Taman Siswa menggelar pentas karawitan di mana Wasitodipuro terlihat di dalamnya dengan memainkan clempung. Minatnya pada seni karawitan nampak cukup besar, lebih-lebih ketika akan konser.

Source Dinas tasteofjogja.org/contentdetil.php?kat=artk&id=Mzkx&fle=Y29udGVudC5waHA=&lback=a2F0PWFydGsmYXJ0a2thdD0yNSZsYmFjaz0mcGFnZT0z&page=5
Comments
Loading...