Silsilah Wayang : Karnaparwa, Pengangkatan Karna

0 209

Menurut cerita pedalangan Yogyakarta ia tewas dalam kisah Bratayuda babak 5 lakon Timpalan / Burisrawa Gugur atau lakon Jambakan / Dursasana Gugur. Menurut tradisi Jawa ia berkediaman di wilayah Banjarjungut, peninggalan mertuanya. Pertengkaran yang terjadi karena Salya selaku mertua Karna merasa diperlakukan dengan kurang sopan. Namun Karna berhasil menghibur kemarahan mertuanya itu dengan mengatakan bahwa derajat Salya justru disejajarkan dengan Kresna yang menjadi kusir Arjuna.

Adapun Kresna merupakan raja agung, titisan Batara Wisnu. Hari ke-16, Karna berhasil mengalahkan Yudistira, Bimasena, Nakula, dan Sadewa, namun tidak sampai membunuh mereka sesuai janjinya di hadapan Kunti dulu. Karna kemudian bertanding melawan Arjuna. Keduanya saling berusaha membunuh satu sama lain. Ketika panah Karna melesat menuju kepala Arjuna, Kresna menekan kereta Arjuna ke dalam tanah dengan kekuatan saktinya sehingga panah Karna meleset beberapa inci dari kepala Arjuna.

Versi Jawa. Ketika Karna mengincer leher Arjuna menggunakan panah Badal Tulak, diam-diam Salya memberi isyarat pada Kresna. Kresna pun menggerakkan keretanya sehingga panah Badal Tulak meleset hanya mengenai rambut Arjuna. Pertempuran tersebut akhirnya tertunda oleh terbenamnya matahari. Hari ke-17, perang tanding antara Karna dan Arjuna dilanjutkan kembali. Setelah bertempur dalam waktu yang cukup lama, akhirnya kutukan Parasurama menjadi kenyataan. Karna tiba-tiba lupa terhadap semua ilmu yang diajarkan gurunya tersebut. Kutukan.

Source mahabhrata.wordpress.com mahabhrata.wordpress.com/2010/07/23/karnaparwa
Comments
Loading...