Silsilah Wayang : Santiparwa, Tumpas Kurawa Baratayuda

0 191

Setelah Kurawa tumpas dalam perang Baratayuda, pihak Pandawa datang ke Hastina untuk mengambil hak mereka atas takhta negeri itu. Dretarastra memanggil Bimasena (Pandawa nomor dua) untuk dipeluknya. Karena curiga, Kresna selaku penasihat Pandawa memberi isyarat agar Bima menyerahkan benda lain sebagai ganti dirinya. Bimasena pun menyodorkan pusakanya bernama Gada Rujakpolo untuk dipeluk Dretarastra. Dengan penuh rasa dendam, Dretarastra pun memeluk gada tersebut sampai hancur menggunakan ilmu Lebur Geni.

Namun setelah mengetahui kalau dirinya tertipu, ia pun menyesal dan minta maaf. Kematian Dretarastra versi pewayangan tidak jauh berbeda dibanding versi aslinya. Ia dikisahkan terbakar sewaktu bertapa bersama Gendari dan Kunti di tengah hutan. Ketika dilangsungkan upacara pembakaran mayat, semua anak menantu Gandari telah menjadi janda dan menangis sedih di hadapan mayat-mayat suami yang telah tewas. Gandari juga ada di tempat itu. Para Pandawa dengan ditemani oleh Kunti dan Sri Krisna juga hadir di iringi oleh rakyat yang merasa sangat sedih karena kehilangan sanak saudara mereka. krisna menghibur Gandari, dan berkara,

Mengapa Ibunda menangis? Inilah dunia Ibupun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini. lalu mengapa menangis?

Gandari menjawab, ‘Kalau saja anda tidak merencanakan hal ini maka semua anak-anak-ku akan hidup, tidak terbunuh seperti ini. Krisna menjawab, ‘Perang untuk menegakan Dharma tetap.

Source anothermahabharata.wordpress.com anothermahabharata.wordpress.com/2010/11/22/mahabharata-12-santiparwa
Comments
Loading...