Sinden Wayang : Megan O’Donoghue, Asal Amerika

0 212

Waktu itu Megan kembali mendalami kesenian Indonesia lainnya, seperti wayang kulit, dan banyak melakukan pementasan dengan dalang-dalang kenamaan, seperti Ki Sujiwo Tejo, Ki Manteb Sudharsono dan Ki Enthus Susmono, dimana ia berperan sebagai pesinden. Sewaktu ditanya apakah Megan bisa berbahasa Jawa, ia pun menjawab:

Oh ya, dulu sedikit. Sekedik-sekedik mawon

ujarnya sambil tertawa kecil. Sebagai pesinden, Megan mengaku tidak fasih berbahasa Jawa. Namun, latar belakangnya sebagai penyanyi membuatnya terbiasa menjiwai lagu-lagu bahasa asing, termasuk lagu-lagu dalam bahasa Jawa. Hal ini bisa terdengar dan terasa melalui teknik vokal dan cengkoknya ketika menyinden.

Karena latar belakang saya memang penyanyi, jadi saya dari dulu belajar nyanyi dari banyak bahasa gitu. Jadi kalau lagu seriosa itu kan bahasa Inggris, Italia, Jerman, Perancis, Rusia, macam-macam begitu. Jadi memang kalau sudah begitu, telinga harus terbuka, harus peka. Bukan maksud saya, saya sudah bagus nyanyi dalam bahasa Jawa. Cuman memang hobi saya memang bahasa

jelas penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan penyanyi legendaris Titiek Puspa dan kelompok Sheila on 7 ini. Darah seni memang sudah mendarah daging dalam tubuhnya. Ayah Megan yang adalah seorang musisi menjadi inspirasi baginya untuk meniti karir sebagi penyanyi dan komposer. Tahun 2015, ia merilis album perdananya yang bertajuk “Peshawar,” bersama kelompok musik Gemati di Indonesia.

Source voaindonesia.com voaindonesia.com/a/kisah-megan-o-donoghue-sinden-asal-amerika/4358417.html
Comments
Loading...