Sinden Wayang : Nyi Ngatirah, Seorang Sindhèn Handal

0 267

Nyi Ngatirah (64), cengkok khas yang tiada dua. Ia menjadi panutan sinden-sinden muda. Para epigon bermunculan tanpa satu orang pun yang pernah menjadi muridnya.

Mboten nate gadhah murid, paling nggeh niru saking kaset
(tidak pernah punya murid, paling mereka meniru dari kaset)

ujarnya dengan logat Jawa kental. Namun ia mengaku tidak masalah teknik dan cengkoknya ditiru. Malah sering merasa heran,

Cengkok begitu saja kok ya banyak yang mau niru

katanya. Nyi Ngatirah lalu menceritakan awal-awalnya menjadi sinden. Nenek 8 cucu dan 1 buyut ini awalnya adalah penari di kelompok Ngesti Pandhawa yang waktu itu masih berpentas keliling dari kota ke kota. Sejak usia belasan tahun ia sudah menari dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Perempuan yang menikah diusia 16 tahun dengan Siswanto, pemain wayang orang Ngesti Pandhawa) itu cukup lama menjadi penari. Hingga kemudianpada suatu hari ketika usianya menginjak 30, Ki Narto menghampirinya ketika ia sedang berlatih tari.

Sampeyan ki rak pantes nari. Wes rak entuk dedeg yo rak entuk rupa,. Nek tak ajari nembang wae piye, dadi sinden, gelem?
(kamu itu tidak pantas menari. Sudah postur tidak mendukung, muka juga tidak. Saya ajari menyanyi saja ya, jadi sinden. Mau?)

Dan sejak itulah, Ngatirah putar haluan. Ia tidak lagi menari.Hari-harinya selalu nyinden.

Source lepenalit.wordpress.com lepenalit.wordpress.com/2012/08/10/nyi-ngatirah-sinden-andalan-ki-narto-sabdho
Comments
Loading...