Sinden Wayang : Nyi Suparmi (Prenjak), Sinden & Ketoprak

0 20

Sindhen, pemain ketoprak, sekaligus artis film Yogyakarta ini lahir di Salatiga, 24 Januari 1932. Pada zaman Jepang ia hijrah ke Yogyakarta. Bakat seni memang sudah menonjol sejak di Sekolah Dasar, terutama tarik suara (tembang). Berbekal itulah Nyi Suparmi atau Prenjak menjadi pesindhen (waranggana). Dunia sindhen membuatnya dekat dengan tokoh-tokoh teater tradisional ketoprak Cokrojiyo, Djajengdikoro, Lebdodjijo alias Tembong, Glindhing Setapangarso, tak terkecuali Basiyo.

Apalagi pembawaannya yang jenaka, membuatnya dapat dengan mudah menyesuaikan diri dalam lingkungan ketoprak. Oleh kawan-kawannya kemudian ia dijuluki nama (paraban) “Prenjak” karena perawakannya yang kecil, alunan suaranya yang jernih dan pembawaannya yang jenaka. Oleh RRI Nusantara II, ia diterima bekerja sebagai pemain ketoprak pada tahun 1955. Peran-peran yang dibawakannya umumnya adalah peran-peran jenaka, seperti abdi dalem, Punakawan.

Karena kelebihannya itu, pada akhir tahun 1960-an ia diajaknya membuat acara dalam siaran “Uyon-uyon Manasuka Gendhing-gendhing Jawa RRI Yogyakarta” yang kemudian lebih popular dengan nama Pangkur Jenggleng. Acara ini selanjutnya menjadi acara khas RRI Yogyakarta. Acara ini sudah banyak direkam dan tersebar luas ke masyarakat sampai sekarang. Kebolehannya dalam bermain dalam ketoprak membawanya ke dunia film. Oleh Arifin C. Noor, Prenjak mendapat peran pembantu dalam film Serangan Fajar. Dari filmnya yang pertama dibintanginya ini, ia menyabet Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 1982 sebagai figuran.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/contentdetil.php?kat=artk&id=MzI5&fle=Y29udGVudC5waHA=&lback=a2F0PWFydGsmYXJ0a2thdD0yNSZsYmFjaz0mcGFnZT0z&page=10]
Comments
Loading...