Sinden Wayang : Sri Suwarni, Buat Delapan Kotak

0 208

Ada 8 (delapan) kotak yang dibuat Sri Suwarni, kotak pertama, untuk gaji Ki Manteb sebagai dalang, kemudian kotak kedua, untuk sinden, kotak ke tiga, untuk niyaga, kotak ke empat untuk gamelan, kotak ke lima untuk kendaraan, kotak ke enam untuk wayang, kotak ke tujuh untuk keperluan rumah tangga dan kotak ke delapan untuk keperluan umum (bermasyarakat). Pada saat cara ini mulai diterapkan, setelah menerima pembayaran dari penanggap, uang itu lalu dibagi-bagi. Ki Manteb pun tidak luput oleh Sri Suwarni juga diberi honor, bahkan Ki Manteb berkata:

…lho aku kok mbok wenehi duit…….
..lha menika bayaripun bapak ndalang nggih kedah dietang….
..oo…ngono….
..lha enjih kedah ngaten etanganipun…..

Kemudian Ki Manteb juga menanyakan pada Sri Suwarni, kotak yang isinya untuk gamelan, wayang maupun kendaraan itu apa maksudnya. Dikatakan oleh ibu Sri Suwarni bahwa semua itu untuk pembiayaan operasional, seperti sewa, transport dan lain sebagainya. Tetapi itu kan milik sendiri kenapa dikenakan biaya. Meskipun itu milik sendiri, tetapi tetap harus diberi anggaran. Dengan kata lain kalau nantinya ada kerusakan-kerusakan baik itu wayangnya yang rusak, gamelannya yang rusak, ataupun kendaraan yang mengalami kerusakan, seperti harus ganti oli, ganti ban dan lain sebagainya. Semua itu untuk anggaran perawatan, sehingga kalau suatu saat terjadi hal-hal bisa digunakan.

Source ia800206.us.archive.org ia800206.us.archive.org/1/items/KiMantebSoedharsonoLR/Ki%20Manteb%20Soedharsono_LR.pdf
Comments
Loading...