Sumber Cerita Wayang : Bratasena Bungkus (Lahir)

0 99

Keistimewaan lakon Sena Bungkus ini hanya ada satu peran utama yang kuat, yaitu tokoh Bungkus. Hampir semua peristiwa, dan hampir semua tokoh tertuju kepada Sang Bungkus. Memang ada satu peristiwa yang juga aneh, namun tidak mendominasi, akan tetapi membawa akibat yang fatal bagi tokoh itu sendiri. Peristiwa itu ialah ketika Prabu Pandhudewanata menuruti permintaan sang istri yaitu Dewi Madrim yang sedang hamil muda, ingin (nyidham) naik Lembu Handini milik Batara Guru.

Setelah Lembu Handini diberikan, Prabu Pandhudewanata diperbolehkan menaikinya di depan Sang Hyang Jagad Giri Nata. Para dewa yang lainnya menanggapi bahwa sikap Pandhu itu sangat tidak sopan. Akhirnya Batara Guru mengutuk sikap Pandhu, bahwa dia tidak akan lama menjabat sebagai raja karena mati muda. Hal ini masih belum seberapa keistimewaannya dibanding dengan kelahiran bayi Bungkus dari kandungan Dewi Kunthi Talibrata. Keistimewaan bayi Bungkus itu ialah semua orang kerabatnya, para dewa dan pendeta bahkan hewanpun mempunyai tujuan yang satu, ialah memecah bungkus.

Beberapa dewa diberi tugas untuk mentrapkan pakaian-pakaian kadewan yaitu Pupuk Mas Rineka Jaroting Asem, Sumping Pudhak Sinumpet, Kelat bau Mas Ceplok Blibar Manggis, Gelang Candrakirana, Kuku Pancanaka, dan Cecawet Bang Bintulu serta Paningset Cindhe Binara. Sedangkan Batara Bayu bertugas ke gunung Herawana untuk menyuruh gajah Sena agar memecahnya.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...