Sumber Cerita Wayang : Icir Kraton (Astina Berdiri)

0 140

Di istana negara Gilingwesi, Prabu Resapada sedang dihadap oleh Patih Gentayasa atau Gentawiyasa, beserta para punggawa sedang membahas adik Prabu Respada yang bernama Dewi Resweni yang dianggap sebagai perawan tua, meskipun banyak yang melamar tetapi belum mau berumah tangga. Selain itu, mereka membicarakan kedua anak Prabu Respada yang bernama Dewi Reswati, dan Dewi Resawulan yang sudah berangkat dewasa serta telah banyak yang melamar, tetapi kedua putri itu belum juga mau dinikahkan sehingga membuat sedih Prabu Respada.

Belum selesai berbicara tiba-tiba ada tamu bernama Raden Kuswanalendra yang berniat meminta-minta kursi singgasana yang sedang diduduki Prabu Respada. Raden Kuswanalendra keluar dan Prabu Respada menyuruh Patih Genthayasa untuk mengusir Kuswanalendra karena meminta kursi yang di dudukinya di negara Gilingwesi. Patih Gethayasa keluar istana diikuti oleh para wadyabala. Sesampai di Alun-alun, Patih Genthayasa menemui Kuswanalendra dan menghimbau agar segera meninggalkan negara Gilingwesi supaya tidak menimbulkan
keributan.

Raden Kuswanalendra tidak bersedia pergi, bahkan berterus terang bahwa kedatangannya ini ingin menjadi raja di Negara Gilingwesi. Mendengar jawaban Raden Kuswanalendra, Patih Genthayasa sangat marah, sehingga terjadi pertempuran antara Patih Genthayasa melawan Raden Kuswanalendra. Patih Genthayasa kewalahan meladeni kesaktian Raden Kuswanalendra, segera ia menyiapkan wadyabala. Raden Kuswanalendra dibantu oleh Raden Berjanggapati, semar dan bagong. Berjanggapati melepaskan neraca bala.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...