wayangku.id

Sumber Cerita Wayang : Ruwatan, Penghapus Dosa

0 25

Ruwatan di Jawa, sampai kini masih berlaku. Ruwatan ini berupa sebuah upacara penghapusan dosa, penyakit, kotoran (sukerta) dan lain sebagainya dengan menggunakan medium wayang. Sebenarnya ruwatan merupakan hasil perubahan upacara tradisional keagamaan Jawa pada jaman Syamanisme. Upacara ini dilakukan sejak masyarakat Jawa mengenal faham Animisme dan Dinamisme sekitar tahun 1500 S. M. Kehadiran agama Hindu di Jawa sangat mempengaruhi budaya tradisional yang berbentuk upacara wayang di jaman Batu Muda (halus/Neolitikum), sedangkan wayangnya hanya satu terbuat dari batu dan dipimpin oleh seorang perantara yaitu Syaman.

Kini upacara wayang batu itu telah berubah dan berkembang menjadi sebuah upacara wayang yang disebut Ruwatan, sedangkan alatnya masih tetap menggunakan wayang, namun bukan dari batu melainkan dari kulit hewan. Selain itu jumlah tokohnya pun juga berkembang bertambah banyak. Upacara wayang ruwatan yang masih berjalan sampai saat ini (di Jawa) dengan menggunakan cerita atau lakon Murwakala (menguasai setan/menguasai dosa). Maksud dan tujuan Murwakala yaitu keinginan akan sirnanya kala sukerta yang dimiliki setiap orang.

Oleh karena itu melalui upacara Wayang Ruwatan ini ada beberapa materi yang harus dipersiapkan, yaitu Janma Sukerta (yang diruwat), Dalang Kandhabhuwana, Peralatan wayang, gamelan, saji-sajian. Bila ketiga-tiganya telah ada, tentu orang tua janma sukerta yaitu bapak dan ibu akan menentukan hari penyelenggaraan upacara wayang.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...