Sumber Cerita Wayang : Smaradahana, Mpu Darmaja

0 161

Penulis kakawin Smaradahana adalah Empu Dharmaja yang hidup pada jaman kerajaan KediriKakawin Smaradahana adalah sebuah karya sastra Jawa Kuna dalam bentuk kakawin yang menyampaikan kisah terbakarnya Batara Kamajaya (smara = asmara; dahana = api). Berikut merupakan ikthisar dari Kakawin Smaradahana. Ketika Batara Siwa pergi bertapa, Indralaya didatangi musuh, raksasa dengan rajanya bernama Nilarudraka, demikian heningnya dalam tapa, batara Siwa seolah-olah lupa akan kehidupannya di Kahyangan.

Supaya mengingatkan batara Siwa dan juga agar mau kembali ke Kahyangan, maka oleh para dewa diutuslah batara Kamajaya untuk menjemputnya. Berangkatlah sang batara untuk mengingatkan batara Siwa, dicobanya dengan berbagai panah sakti dan termasuk panah bunga, tetapi batara Siwa tidak bergeming dalam tapanya. Akhirnya dilepaskannya panah pancawisesa yaitu:

  • hasrat mendengar yang merdu
  • hasrat mengenyam yang lezat
  • hasrat meraba yang halus
  • hasrat mencium yang harum
  • hasrat memandang yang serba indah

Akibat panah pancawisesa tersebut dewa Siwa dalam sekejap rindu kepada permaisurinya dewi Uma, tetapi setelah diketahuinya bahwa hal tersebut adalah atas perbuatan batara Kamajaya. Maka ditataplah batara Kamajaya melalui mata ketiganya yang berada di tengah-tengah dahi, hancurlah batara Kamajaya. Dewi Ratih istri batara Kamajaya melakukan “bela” dengan menceburkan diri kedalam api yang membakar suaminya. Para dewa memohonkan ampun atas kejadian tersebut, agar dihidupkan kembali, permohonan ditolak.

Source blog.isi-dps.ac.id blog.isi-dps.ac.id/arsawijaya/kakawin-smaradahana
Comments
Loading...