Sumber Cerita Wayang : Wahyu Senapati Gathotkaca

0 55

Boma merasa menjadi putra Batara Kresna raja di kerajaan Dwarawati. Dia memohon kepada ayahnya yang adalah titisan Batara Wisnu, agar Wahyu Senapati dapat dimilikinya. Tetapi bagaimanapun itu bukan kewajiban Kresna (Wisnu), maka ia tidak sanggup. Boma raja di kerajaan Trajutrisna itu tetap merayu dan mendesak agar Wahyu Senapati bisa dipegang dan dimilikinya. Karena bujuk rayu Boma maka Sri Kresna terpaksa menyanggupi untuk mengusahakan.

Tetapi wahyu itu merupakan kepastian Sang Hyang Wenang Jagad, dan si orang yang menginginkanya tentu harus melakukan prihatin, suci, berbuat adil, tidak jahat dan suka menolong. Nah.., apakah Boma memenuhi sayarat bagi ketentuan laku itu? Maka nekatlah Boma menuju ke hutan di tempat Sang Gathotkaca bertapa. Dikisahkan pula tentang Raden Antareja yang mengamuk, karena ingin membunuh adiknya yaitu Gathotkaca. Keinginan Raden Antareja tersebut karena hasutan Patih Sengkuni.

Patih Sengkuni menyatakan bahwa Antareja-lah yang punya hak untuk menjadi senapati bukan Gathotkaca. Oleh sebab itu hanya Antareja yang pantas mendapatkan dan memiliki Wahyu Senapati. Terjadilah peperangan antara Antareja dengan Gathotkaca. Namun sekalipun Gathotkaca tak akan membalas. Semar melerai dan menjelaskan permasalahan yang sebenarnya. Akhirnya Wahyu Senapati menjadi milik Gathotkaca. 

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...