Tata Iringan Pedalangan : Bendhengan, Greget Saut

0 229
Bendhengan sebenarnya greget saut yaitu sebuah lagu ada-ada (daerah Solo). Di Jawatimuran Ki Suleman mengatakan bendhengan bersuasana tegang. Bendhengan ini dimuat dalam Lagon Vokal Dalang Jawatimuran tulisan Djoemiran RA. Sendhon Angasih-Asih Slendro Sanga Jawatimuran.

O..O.. Dhahat Atawang Tangis E
Sambat Amelas Asih
Esmu Kingkin Ing Panggalih

(Ki Cung Wartanu Mojosari-Mojokerto). Oleh Ki Cung Wartanu, lagu sendhon ini dimunculkan secara improvisasi. Menurutnya sendhonannya bukan itu. Sendhon yang biasanya kurang/tidak susah. Kecuali sastra suluk yang berupa lagon dalang, masih ada lagi sastra suluk yang berupa suluk ilmu gaib. Pada umumnya, sastra suluk ilmu gaib tidak terungkap melalui lagon dalang, tetapi terungkap melalui tembang Macapat, berisi ajaran tentang ilmu gaib, ilmu kebatinan atau ilmu kasampurnaning pati. Beberapa contoh sastra suluk ilmu gaib: Maskumambang:

Batur Tukon Lamun Nrima Mesthi Dadi
Ing Kamardikannya

Nadyan wong mardika yekti
Yen loba dadi kawula
Artinya:

Budak (batur tukon), maksudnya budaknya duniawi, orang yang mudah terpengaruh oleh duniawi sebab dari watak yang angkara murka kamardikan (kebebasan), tidak dikuasai duniawi rakyat kecil (kawula), yaitu budaknya duniawi.

Jadi makna tembang itu adalah orang yang senang terhadap duniawi, sering disebut mangeran marang kadonyan. Mempertuhankan barang-barang duniawi. Bagi mereka yang sudah tidak membudak pada duniawi, disebut telah merdeka.
Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...