Tata Iringan Pedalangan : Gending Jejer (Adegan Panggungan)

0 364

Gending jejer adalah gending yang penyajiannya setelah gending patalon suwuk atau berhenti yang kemudian dilanjutkan dengan Pathetan Slendro Pathet Pepuluh sampai selesai. Gending jejer dilaksanakan setelah dhodhogan dalang sebagai tanda kesiapan jejer wiwitan. Buka atau intro dilakukan oleh rebab atau gender atau gambang (menurut kebutuhan), fungsinya adalah untuk mengiringi adegan awal pakeliran yakni jejer wiwitan atau adegan panggungan.

Pada pergelaran wayang kulit gaya Jawatimuran gending yang digunakan untuk mengiringi jejer adalah gending yang sudah dibakukan sesuai pakem (wet) yaitu gending yang secara tradisi selalu digunakan untuk mengiringi adegan jejer pertama. Adapun gending yang digunakan itu adalah gending Gandakusuma Slendro Pathet Sepuluh. Kalau gaya Surakarta ada perbedaan, misalnya untuk jejer wiwitan dalam adegan Kahyangan menggunakan gending Kawit, untuk adegan negara Astina dengan gending Kabor, untuk negara Amarta dengan gending Karawitan, dan sebagainya.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...