Tata Iringan Pedalangan : Gending Pembuka (Wiwitan)

0 476

Sajian gending pembuka sebagai pertanda bahwa akan di mulai pergelaran wayang kulit dalam tradisi Surakarta disebut patalon. Patalon adalah merupakan rangkaian gending-gending yang dibunyikan dan di akhiri dengan sampak manyura. Tujuannya agar penonton cepat datang ke tempat pertunjukan. Adapun gending-gending yang dibunyikan dalam gending pembuka di mulai dari gending Soran atau bonangan yang tabuhannya dengan aksen kuat (keras).

Penyajian gending bonangan biasanya tanpa melibatkan vokal baik sindenan serta gerongan maupun ricikan alusan seperti rebab, gender, suling, siter, dan gambang. Jenis gending yang dibunyikan untuk gending pambuka misalnya gending Giro Endro, Giro Balen, Giro Jaten, dan gending-gending gagahan seperti Gagahan Gejig Jagung Slendro Sanga, Gagahan Sempayung Slendro Sanga, dan sebagainya. Di dalam sajian pedalangan Jawatimuran gending wiwitan atau patalon dibunyikan sebagai pertanda bahwa pergelaran wayang kulit akan di mulai. Gending yang digunakan adalah Ayak Talu atau Ayak Sepuluh. Dan biasanya ki dalang sudah duduk di posisinya, atau bahkan ikut menabuh dengan memegang ricikan rebab atau  gender. 

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...