Tata Iringan Pedalangan : Gending Perang Buta Begal

0 236

Gending perang adalah gending-gending yang digunakan untuk mengiringi adegan perang. Adapun bentuknya bisa Ayak Kempul Arang, Ayak Kempul Kerep, Krucilan, Gemblak atau Alap-alapan, serta bentuk gending garapan lain atau baru yang telah disepakati dan dilatih antara dalang dengan pengrawit. Adegan perang buta begal atau raksasa penghalang terletak dan dilaksanakan setelah gara-gara usai. Pada pakeliran Jawa Tengah lazim dinamakan perang kembang.

Adegan ini menggambarkan peperangan antara satriya melawan raksasa penggoda atau penghalang perjalanan ketika seorang satriya akan menunaikan tugas atau ingin mencapai cita-cita yang akan diraihnya. perang kembang salah satu adegan bagian dari suatu pertunjukan wayang (pakeliran). Di mata orang Jawa masa lalu, pertunjukan wayang dianggap sarat dengan simbol-simbol budaya. Sebagai salah satu tontonan, adegan perang kembang memiliki daya pikat luar biasa.

Sebab, dalam adegan ini telah terjadi sebuah konflik phisik antara dua kubu yang sangat kontras, yaitu perkelahian antara tokoh halus yang lemah gemulai melawan tokoh-tokoh yang dinamis dan atraktif. Adegan perang kembang lazimnya disajikan di tengah-tengah pakeliran semalam suntuk, saat-saat para penonton sudah mulai jenuh, letih, dan mengantuk. Di masa lalu, adegan perang ini unggulan. Pada awalnya adegan perang kembang hanya dimiliki pada pakeliran Gaya Surakarta, perkembangan selanjutnya pakeliran Gaya Yogyakarta juga memakainya, yang biasa disebut dengan perang bégal.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...