Tata Iringan Pedalangan : Pelungan atau Drojogan

0 228

Pelungan atau Drojogan adalah lagu vokal dalang yang di bawakan mengelir secara bersamaan dalam gending Gandakusuma, pada saat pelaksanaan ini sindenan berhenti. Isi cakepan atau syairnya adalah menggambarkan tentang segala sarana yang terkait dengan aspek pakeliran seperti dalang sebagai purba wasesa, wayang dengan estetikanya, kelir atau jagadan, larapan, keprak, kotak serta tutupnya, cempala, blencong, perangkat gamelan, sinden, pradongga atau pengrawit, dan sebagainya.

Selain menggambarkan segala peralatan atau uba rampe yang terkait dengan pakeliran seperti tersebut di atas, syair pelungan juga mengisyaratkan permohonan ki dalang kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta agar mendapatkan berkah keselamatan selama menjalankan kewajibannya menggelar pakeliran semalam suntuk. Penyajian pelungan di bawakan dalam gending Gandakusuma Slendro Pathet Sepuluh bagian inggah. Bagian inggah adalah merupakan bagian gending kelanjutan dari bagian awal atau merong (mbok-mbokan), sebelum janturan atau pocapan dalang di laksanakan yakni pada saat sirepan gending.

Contoh cuplikan bagian teks syair atau cakepan pelungan:
Ingsun miwiti ndalang
Wayangku yana bambang paesan
Kelire minangka jagad dumadi
Yana larapan naga pepasihan
Pracike yana tapele bumi
Dhodhogku sangga bawana
Gligen prajege wesi
Pluntur mega mangkrang, plisir mega gupala
Yana kawating lapat wekat
Kothake wayang kayu cendana sari
Yana tutupe jati kusuma
Blencong kencana murti
Sulake hyang bathara surya
Urube hyang bathara brama

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...