Tata Iringan Pedalangan : Sulukan (Sendhon) Dalang

0 281

Sulukan adalah vokal seorang dalang yang mempunyai cakepan/syair dan melodi (pentatonis) tertentu, berfungsi untuk mempertegas suasana drama/dialog dalam adegan wayang sehingga dapat menghipnotis para penonton maupun pendegar hanyut dalam cerita tersebut. Sulukan wayang purwa pun juga tidak bisa berdiri sendiri harus diberengi beberapa instrumen gamelan yang mendukungnya.

Sulukan terbagi bermacam-macam antara lain:
Pathetan : ageng, jugag, wantah, kedhu mataram, jingking, lindur. Patehtan ini dibarengi instrumen gamelan diantaranya : gender, rebab, gong, suling, gambang yang semua alur melodinya searah dengan sulukan dalang.
Sendhon : tlutur, pananggalan, rencasih, bimanyu, kloloran, kagok ketanon. Sendhon ini juga dibarengi instrumen gamelan diantaranya: gender, gong, suling, gambang yang semua alur melodinya searah dengan sulukan dalang.
Ada-ada   : girisa,astakuswala alit dan ageng, budhalan metaram dan lain-lain. Ini juga dibarengi instrumen gamelan diantaranya: gender, gong, kempul, dhodhokan, sisiran keprak yang semua alur melodinya searah dengan sulukan dalang.

Adapun iringan sulukan yang diharapkan, penerapanya sesuai dengan suasana yang dibentuk oleh dalang tersebut contoh Pathetan untuk mempertegas suasana yang agung, Sendhon untuk mempertegas suasana hening, sedih, trenyuh, Ada-Ada untuk mempertegas suasana tegang. Semua itu dilakukan oleh dalang didalam pementasanya agar ada interaksi penonton dalam melihat mendengar supaya dapat merasakan suasana dalam  pertunjukan yang dibangun oleh dalang, sehingga pementasan yang berdurasi waktu selama tujuh jam.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...