Tata Panggung Wayang : Jenis & Fungsi Dodogan

0 295

Adapun jenis dodogan, adalah sebagai berikut:

• Dodogan neter (terus-menerus). Dodogan neter dilakukan untuk mengiringi ada-ada (salah satu bentuk vokal dalang dengan irama dan rasa sereng = keras), untuk mengiringi entas-entasan wayang bambangan dan alusan, untuk mengiringi jalannya wayang rampogan, untuk mengiringi sigeg kayon.
• Dodogan Banyu tumetes (seperti tetesan air), digunakan untuk meminta gadhingan (versi Jawa Timuran), untukmengiringi ada-ada girisa (versi Surakarta).
• Dodogan sepisan (satu kali), untuk meminta sendon dalam suasana agung.
• Dodogan rangkep atau berlipat (derog-dog), untuk pergantian dialog, sigegan.

Pada umunya fungsi dodogan hampir sama dengan keprak, diantaranya yaitu:

• Tanda meminta iringian musik untuk mengiringi semua jenis dan macam vokal dalang.
• Pergantian dialog wayang.
• Tanda meminta dan menghentikan musik ringan.
• Tanda Sirepan atau udar gending (mempelankan dan mengeraskan musik iringan).
• Memberi tekanan pada gerakan-gerakan wayang, seperti jalannya bambangan, sigeg kayon, jalannya keretan-kuda, dan jalannya wayang rampogan.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...