Tata Panggung Wayang : Keprak (Keprek, Kecrek)

0 624

Kata keprak/kecrek/keprek diambil dari bunyi yang muncul dari alat tersebut ketika dipukul, yaitu crek, prek ataupun prak. Keprak/Keprek/Kecrek adalah sebuah perangkat atau alat yang terbuat dari logam (besi, baja, perunggu) berjumlah 2 atau 3 lempeng dengan lebar sekitar 15 cm dan panjang sekitar 20 cm yang memiliki fungsi sebagai penguat penonjolan-penonjolan gerak wayang. Tekanan-tekanan bunyi yang muncul dari Keprak/Keprek/Kecrek tersebut akan semakin memperjelas dan memantapkan gerak-gerak setiap tokoh wayang sehingga karakternya akan semakin muncul dan mudah dipahami oleh penonton.

Posisi atau tempat keprak adalah di bibir kotak wayang bagian depan pada sisi kanan di anakan kothak (bagian kotak wayang paling depan). Sebagai pangait keprak pada kotak wayang di sebut cantholan keprak (untuk mengaitkan keprak pada kotak wayang). Jumlah keprak yang dipakai untuk pertunjukan wayang khususnya wayang Purwa versi Jawa Timuran adalah 2 hingga 3 keprak. Namun karena mengikuti perkembangan zaman, maka hingga saat ini menggunakan lebih dari 3 keprak, seperti pertunjukkan wayang gaya Surakarta. Bunyi keprak timbul akibat tekanan si dalang dengan menggunakan telapa kaki kanan bagian ujung atau dapat dilakukan dengan menggunakan ibu jari kaki kanan. Adapun jenis bunyi keprak tersebut di bagi menjadi dua.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_11/Pedalangan_Jilid_2_Kelas_11_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...